Usai kan,
Jika tak ada hentian, Bagaimana bisa itu disebut langkahan? Aku bukan kereta api yang disuruh berhenti tetap saja melaju percaya diri, meski ada waktu ia henti aku tak bisa seperti ini. Aku butuh banyak jeda, untuk hanya sebuah penguatan bekas liku luka, 'aku sendiri, wajar saja'. perihal tentang ke mana, tak seharusnya kita beri alasan menetap di tengah pijakan. Kita cukup harus tiba untuk mengerti arti Tentang 'Cinta' Sebenarnya, bukan tentang siapa tapi ini perihal pemaknaannya. Membuka mata, bagaimana halnya kita melangkah tanpanya? cukup gelap, cukup sulit bukan?
Aku pun baru tersadari, jiwa-jiwa melemah tanpa pelukan, melemah tanpa diberi kehadiran, ternyata seremeh itulah hati kita? terbunuh, mati, bila tak diberi sebuah penghargaan.
Sudahi Sudah main-mainnya, jejakan ke-20 tahun kita di bumi menghampiri.
Komentar
Posting Komentar