TIGA
Terbangunkan oleh samar ilusi, bayangnya mengahadiri sang hati tuk meneguk cinta yang sama sama memiliki.
Ia tak pudar karna satu harapan, pun tak hilang karna suatu pengorbanan.
Lebih tepatnya, bukan cinta yang terbang tanpa satu sayap yang menyempurnakan.
Seorang sufi berkata ;
" masing-masing kita adalah malaikat dengan satu sayap, kita hanya bisa terbang dengan saling berpelukan"
Apabila benar begitu adanya, lalu dengan siapa aku kan terbang kini esok pun seterusnya tuan?
Aku hanya ingin terbang, tak bisa kah nyatanya aku terbang dengan sebilah sayapku ini?
Meski dengan sayap koyak, diri letih pun jiwa rapuh. Aku ingin terbang dengan melayang. Tak ingin aku hiraukan burung burung bersiutan, daun daun berterbangan. Iri kepadaku yang terbang dengan bebas menari di atas awan, menebas langit dengan keluasan, inginku mereka iri dengan kejayaanku yang tak memiliki sayap tuk hanya mengindahkan, nyatanya aku terbang tanpa sayap tanda kesetiaan kesatuan. Aku punya benih peri keajaiban.
Komentar
Posting Komentar