Kian Salah
Meredam kata meredam suara menutupkan semua mata, tangisan malam kembali berderai menyibakkan rasa. Rasa tak bisa kubendung kali ini. Semua menyatu dan satu persatu hampir saja aku keliru. Apabila mata lain membuka, aku mungkin tahu bahwa itu sangatlah berbeda bahkan tidaklah sama.
Rasa demi rasa mengetuk saling bertukar posisi mencari kesempatan tuk satu tempat disinggahi. Ibarat menemukan satu rindu dari kedua jiwa yang tlah lama tak bersua, disana ada hati yang terduduk lesu justru karena di datangi sang tamu rasa yang tak ingin di jumpainya. Tamu itu rindu akan bertemu dengan nya, tapi dirinya tak sudi tuk melihat nya bahkan hanya bayangnya saja, aku malah muak.
Kam,28 Mar 2024.
Komentar
Posting Komentar